Pentingnya komunitas TBC dalam keanggotaan CCM

Jakarta, 1 Februari 2021 – POP TB Indonesia mengadakan pertemuan secara daring dengan topik “Membangun Dan Menjaga Mekanisme Advokasi Jejaring POP TB Untuk Memonitor Dan Mengevaluasi Implementasi Program GF (Global Fund)” yang tujuannya untuk membangun jalur komunikasi yang jelas antara perwakilan dari penyintas TB dan konstituen/anggota perwakilan POP TB di dalam CCM. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota jejaring POP TB Indonesia, yang dihadiri oleh lebih dari 40 partisipan yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Country Coordinating Mechanism (CCM) sendiri merupakan sebuah badan atau komite yang dibentuk khusus untuk melakukan koordinasi dalam seluruh tahapan kegiatan dalam siklus pendanaan hibah GF ATM di sebuah Negara, dalam hal ini komite berfokus pada penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria di Indonesia. Beberapa fungsi CCM adalah mengoordinasikan penyusunan proposal nasional , mengesahkan dan mengajukan proposal nasional dan Harmonisasi dan koordinasi program TBC dari sumber pendanaan lainnya di Indonesia untuk penanggulangan penanggulangan penyakit TBC kepada sekretariat Global Fund.

Logo CCM
Logo CCM

Selama dua kali pertemuan terkait mekanisme dan implementasi advokasi jejaring POP TB dalam memonitor dan evaluasi Implementasi Program GF, telah dibahas terkait alur komunikasi antara anggota yang duduk diperwakilan CCM mewakili konstituen (Jaringan POP TB Indonesia), kemudian keanggotaan TWG (Technical Working Group) TB, dan untuk pertemuan ini akan dibahas mengenai panduan penyusunan mekanisme pemilihan anggota TWG TB. Terkait hal tersebut dengan berakhirnya tugas dan tanggung jawab perwakilan keanggotaan CCM dari komunitas terdampak TB maka akan ada pemilihan kembali perwakilan komunitas untuk duduk di kursi CCM.

 

Nantinya anggota yang mewakili konstituen dapat menyampaikan aspirasi, pendapat, di forum TWG TB dengan melihat kondisi dan situasi dilapangan berdasarkan fakta, bukti dan dapat dipertanggungjawabkan secara komperhensif/menyeluruh. Oleh karena itu ini menjadi bagian dari hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan sebagai bentuk transparansi yang akan berdampak pada pasien/penerima manfaat terkait dengan pendampingan, ketersediaan obat (logistik), enabler, beragam permasalahan pasien TB seperti stigma, diskriminasi, marjinalisasi, ketidakadilan yang menghambat HAM (Hak Asasi Manusia) dan kesetaraan gender.

 

Peserta melakukan foto bersama pada akhir sesi pertemuan
Peserta melakukan foto bersama pada akhir sesi pertemuan

 

Dengan hampir berakhirnya masa tugas anggota CCM perwakilan komunitas terdampak TB, maka perlu strategi pemilihan anggota CCM dari perwakilan komunitas untuk mewakili konstiuten di CCM. Untuk itu, pada pertemuan kali ini akan dibahas mekanisme pemilihan komunitas yang akan mewakili konstituen di CCM yang akan mulai bertugas pada bulan Mei 2021. Diharapkan pertemuan ini dapat membangun jalur komunikasi yang jelas antara perwakilan dari penyintas TB dan konstituen/anggota perwakilan POP TB di dalam CCM.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top