18 jejaring POP TB PANEN IKAN MAS melalui Zoom

Jakarta, 31 Januari 2021 – Media sosial menjadi salah satu hal yang harus dikuasai dan dimanfaatkan dengan baik oleh lembaga yang ingin mempublikasikan aktivitasnya. Oleh karena itu, POP TB Indonesia mengadakan pembekalan pembuatan konten media sosial agar lebih memudahkan dalam mengkomunikasikan materi seputar TBC dan melaporkan kegiatan masing-masing lembaga/organisasi jejaring POP TB Indonesia. Pembekalan ini bertujuan agar masing-masing organisasi memiliki media sosial yang aktif untuk sarana pubikasi dan advokasi. Pembekalan yang diadakan POP TB Indonesia dibagi menjadi 2 tahap yakni tahap pembekalan dasar media sosial yang diikuti seluruh anggota jejaring POP TB Indonesia, dan tahap ke-2 yakni pembekalan dasar penggunaan aplikasi CANVA.

 

Pembekalan tahap 1 – Dasar-dasar media sossial

Sebanyak 18 orang perwakilan admin media sosial masing-masing organisasi jejaring POP TB Indonesia, telah mengikuti pembekalan mengenai dasar media sosial oleh narasumber Thorofi dengan topik PANEN IKAN MAS (Pembahasan Mengenai Ilmu yang Berkaitan Dengan Media Sosial). Pembekalan ini sendiri diberi judul S6 Media Sosial, pembakalan dasar-dasar media sosial untuk organisasi. Thorofi mengatakan, S6 ini diambil dari kebiasaan masyarakat dunia maya (netizen) dalam penyebutan yang dihiperbola-kan seperti -S3 marketing- yang memiliki maksud marketingnya keren. “S6 ini hampir mirip, bedanya S6 ini juga dibaca “Senam”, dimaksudkan pelatihan ini seperti senam, santai dan tidak berat, gitu” ujar Thorofi dalam pembukaannya.

 

Slide pembuka pembekalan
Slide pembuka pembekalan dengan judul S6 Media Soisial

 

Pembekalan ini sendiri berlangsung pada tanggal 28 Desember 2020 lalu. Dihadiri oleh 18 orang yang mewakili organisasi masing-masing, pelatihan ini diharapkan dapan meningkatkan kapsitas teman-teman tentang dasar-dasar media sosial seperti cara membuat fanpage di facebook dan mengetahui perbedaan fanpage dengan akun pribadi, membuat instagram, membagikan postingan, membuat post feed, membuat stories dan menghubungkan instagram dengan facebook. Tujuan dari pembekalan ini sendiri salah satunya adalah mendorong untuk setidaknya masing-masing organisasi memiliki media sosial Facebook dan Instagram, serta mengerti pentingnya media sosial untuk publikasi dan advokasi lembaga masing-masing.

Pembekalan ini ditutup dengan pemberian tugas kepada masing-masing organisasi, untuk nanti akan dinilai oleh tim internal POP TB Indonesia, untuk masuk ke pembekalan tahap lanjutan, yakni Pembekalan dasar penggunaan aplikasi CANVA. Tugas ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana pemahaman teman-teman setelah mengikuti pembekalan ini, dan melihat sejauh mana kemauan teman-teman untuk mau mengembangkan media sosial masing-masing.

 

Pembekalan tahap 2 – dasar penggunaan CANVA

Peserta yang mengikuti pembekalan sebelumnya dan mengerjakan tugas yang telah diberikan, dinilai dan dievaluasi oleh tim internal POP TB Indoneisa untuk mengikuti tahap selanjutnya, yakni bagian utama dari pengembangan media sosial jejaring POP TB Indonesia, dasar penggunaan aplikasi CANVA. Peserta yang masuk ke tahap ini adalah peserta yang terpilih untuk mendapatkan akun CANVA Pro, yakni akun CANVA yang memiliki fitur dan kemampuan yang lebih banyak dari CANVA free. Pembekalan ini mengikuti program CFCS dengan budget line 1.5.3, Media Sosial POP TB.

Dasar-dasar CANVA oleh Thorofi
Dasar-dasar CANVA oleh Thorofi

Pembekalan dasar penggunaan CANVA dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2021, dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang yang sudah dipilih dan dievaluasi. Pembekalan tahap ini lebih memfokuskan ke penggunaan dasar aplikasi CANVA, untuk nanti dapat digunakan dalam pembuatan konten media sosial yang telah dibuat pada tahap sebelumnya. “Pembekalan ini mengenalkan tampilan/antarmuka aplikasi CANVA, mengenal fitur-fitur CANVA dan cara membuat konten sederhana” ujar Thorofi.

Diharapkan, setelah peembekalan ini berakhir, konten yang dibuat akan lebih bagus dan lebih rapih. “Juga, diharapkan setiap organisasi memiliki minimal 2 akun media sosial yang aktif, untuk memudahkan kita dalam publikasi kegiatan dan advokasi” kata Pak Budi, ketua POP TB Indonesia dalam sambutannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Scroll to Top