POP TB Indonesia

Pengadaa Barang dan Jasa Konsultan Pengembang Website LaporTBC.id

Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)

Pengadaan Jasa Konsultan/Vendor Pengembangan, Pemeliharaan

dan Peningkatan Sistem Website LaporTBC

BL 70 – 2025

 

 

Latar Belakang

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan estimasi 1.090.000 kasus TBC pada tahun 2024 dan angka kematian mencapai 125.000 per tahun, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia setelah India (Global TB Report, 2024). Beban TBC tidak hanya terbatas pada tingginya jumlah kasus dan angka kematian, tetapi juga mencakup dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

Secara klinis, pengobatan TBC memerlukan waktu yang panjang, berkisar antara 6 hingga 20 bulan, terutama bagi pasien dengan TBC resisten obat (TBC RO) yang menghadapi efek samping obat yang lebih berat. Tantangan akses layanan kesehatan, seperti jarak ke fasilitas kesehatan, jam operasional yang terbatas, keterbatasan sarana dan prasarana diagnostik dan pengobatan, serta ketersediaan informasi dan konseling yang tidak memadai, semakin memperburuk situasi. Kondisi ini diperparah dengan beban biaya tambahan yang harus ditanggung pasien, baik untuk transportasi, kebutuhan pendukung pengobatan, maupun biaya lainnya. Dampaknya, pasien TBC yang tidak mendapatkan pengobatan tepat waktu atau tidak menyelesaikan pengobatan berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain dan meningkatkan risiko terjadinya resistensi obat. Selain itu, beban psikososial berupa stigma dan diskriminasi sering dialami oleh pasien dan keluarga, yang menghambat akses mereka terhadap dukungan sosial dan layanan kesehatan.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, diperlukan sebuah mekanisme pemantauan dan umpan balik (feedback) dari komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan TBC. Saat ini, terdapat dua model utama dalam upaya pemberian umpan balik berbasis komunitas yang dijalankan:

  1. Community Led Monitoring (CLM) untuk Orang dengan TBC Resisten Obat
    Model ini menggunakan platform Lapor TBC dengan dukungan Stop TB Partnership (STP), yang berbasis aplikasi (Lapor TBC powered by OneImpact). dan dukungan dari PR Konsorsium Penabulu-STPI melalui platform berbasis website. Mekanisme ini memungkinkan orang dengan TBC untuk melaporkan beberapa kendala, seperti akses layanan, stigma diskriminasi, kesehatan mental dan enabler. Selain itu orang dengan TBC juga dapat menerima informasi, dan mendapatkan dukungan dari komunitas.
  2. Community Based Monitoring Feedback (CBMF) untuk Orang dengan TBC Sensitif Obat

Model ini difokuskan pada pemantauan berbasis komunitas yang lebih luas untuk pasien dengan TBC sensitif obat. Melalui mekanisme ini, orang dengan TBC dapat memberikan umpan balik terkait kualitas layanan kesehatan yang diterima, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan menyuarakan kebutuhan mereka.

Namun, terpisahnya kedua model ini dapat menyebabkan fragmentasi data, inkonsistensi dalam umpan balik, serta kendala dalam analisis komprehensif terhadap tantangan yang dihadapi pasien TBC. Sebagai langkah strategis untuk mengatasi fragmentasi dan meningkatkan efektivitas pemantauan komunitas, POP TB sebagai implementer LaporTBC, dengan dukungan PR Konsorsium Penabulu-STPI, akan mengintegrasikan kedua mekanisme tersebut ke dalam satu sistem pemantauan dan umpan balik komunitas yang terkoordinasi.

 

Proses integrasi ini akan difasilitasi oleh vendor pengembangan website atau konsultan yang berpengalaman. Dengan sistem yang terintegrasi, pengumpulan data akan menjadi lebih komprehensif, analisis lebih terarah dan efisien, serta pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan secara optimal. Dengan demikian, sistem pemantauan dan umpan balik dari komunitas dapat lebih responsif dan adaptif dalam mendukung peningkatan kualitas layanan TBC di Indonesia.

 

Tujuan

Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengintegrasikan dua mekanisme pemantauan berbasis komunitas, yaitu Community Led Monitoring (CLM) untuk Orang dengan TBC Resisten Obat dan Community Based Monitoring Feedback (CBMF) untuk Orang dengan TBC Sensitif Obat (ODS-TB), dalam satu platform terpadu di website laportbc.id. Integrasi ini akan mempermudah pasien TBC, baik yang resisten maupun sensitif obat, dalam memberikan umpan balik terkait layanan kesehatan yang mereka terima, melaporkan kendala yang dihadapi, serta mengakses informasi terkait hak-hak pasien dan layanan pendukung.

 

Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Mengembangkan dan meningkatkan fitur serta fungsi sistem LaporTBC agar lebih responsif terhadap kebutuhan pasien TBC dan komunitas terdampak, serta memperluas kebermanfaatannya dalam mendukung akses terhadap layanan TBC yang berkualitas.
  2. Menjamin stabilitas dan performa sistem, termasuk ketersediaan layanan (uptime), kemudahan akses (aksesibilitas), keamanan data, serta kelancaran alur pelaporan dan tindak lanjut oleh responder.
  3. Mendukung penguatan mekanisme pemantauan dan umpan balik yang dipimpin oleh komunitas, melalui integrasi alur pelaporan, analisis data, dan visualisasi temuan dalam sistem, guna mendokumentasikan hambatan dalam layanan kesehatan dan sosial serta pelanggaran hak yang dialami oleh pasien TBC.
  4. Menyediakan dukungan teknis berkelanjutan, termasuk pemeliharaan rutin, troubleshooting, peningkatan keamanan, dan pengelolaan basis data untuk memastikan kelangsungan dan efektivitas penggunaan sistem oleh berbagai pihak.
  5. Mengembangkan sistem pendukung komunikasi antara pengguna dan responder, termasuk optimalisasi fitur notifikasi, pelacakan status laporan dan ruang komunikasi yang memungkinkan respon cepat dan berkualitas terhadap laporan yang masuk.

 

Keluaran Kegiatan

  1. Website laportbc.id yang terintegrasi dengan mekanisme CLM dan CBMF, dengan desain ramah pengguna dan fitur interaktif untuk penilaian, pemantauan dan feedback secara real-time.
  2. Pemeliharaan rutin website, termasuk perbaikan bug, pembaruan perangkat lunak, dan pengecekan sistem keamanan untuk memastikan kinerja yang optimal.

 

Milestones Kegiatan

Waktu Kegiatan Deliverables Pembayaran
1 minggu Persiapan:

●      Asesmen kebutuhan pengembangan LaporTBC dan penyepakatan skenario pengembangan

○      Opsi 1: Penyuntingan

○      Opsi 2: Rebuilding

●      Work Plan atau rencana kerja

●      Approval Work Plan atau rencana kerja pengembangan LaporTBC sampai mendapat kesepakatan dari POP-TB

1.      Rencana Kerja  Pengembangan Lapor TBC

2.      Deliverable Acceptance Form;

3.      Invoice/Tagihan

4.      Kontrak kerja sama

Termin 1

50%

4 minggu Pengembangan Website Lapor TBC:

●      Pengembangan business process dan alur kerja (prosedur) Lapor TBC

●      Pengembangan peta situs website Lapor TBC

●      Pengembangan wireframe LaporTBC

●      Pembangunan website LaporTBC baru

●      Approval website LaporTBC terbaru yang sudah dikembangkan dan siap untuk digunakan

●      Penyusunan panduan bagi Admin LaporTBC untuk pengelolaan operasional dasbor admin, database, CMS website LaporTBC terbaru yang disetujui

●      Penyusunan panduan User LaporTBC

1.      Laporan Interim Pengembangan Website LaporTBC oleh Vendor

2.      Panduan pengelolaan LaporTBC bagi Admin

3.      Panduan penggunaan LaporTBC bagi User

4.      Deliverable Acceptance Form;

5.      Invoice/Tagihan

Termin 2

20%

2 minggu

 

Fase finalisasi dan pelatihan:

●      Finalisasi website dan panduan sesuai masukan dari POP TB

●      Pelatihan teknis pengelolaan operasional dasbor admin, database, CMS website kepada Admin LaporTBC oleh Vendor

1.      Dokumentasi pelatihan (video, foto dan notula)

2.      Laporan Final Pengembangan Website LaporTBC oleh Vendor

3.      Deliverable Acceptance Form Luaran Akhir;

4.      Berita Serah Terima Luaran/BAST

5.      Invoice/tagihan

Termin 3

30%

tentatif Fase pemeliharaan website

Pemeliharaan website oleh vendor berupa pemantauan performa dan stabilitas sistem secara rutin, perbaikan bug, backup data dan pengelolaan server hosting, dukungan teknis atas kendala pengguna, dan optimalisasi sistem dan peningkatan berkelanjutan berdasarkan umpan balik.

1.      Log monitoring dan tindak lanjut galat

2.      Dokumentasi permasalahan dan perbaikan

Pembayaran sudah dilunasi

 

Ruang lingkup, Tugas, dan Tanggung Jawab

Pengembangan website ini mencakup desain antarmuka yang lebih ramah pengguna, peningkatan keamanan data, dan penguatan fitur-fitur interaktif yang mendukung pelaporan dan pemantauan secara real-time. Untuk memastikan kualitas pengembangan dan keberlanjutan platform, kegiatan ini juga akan melibatkan rekrutmen konsultan yang memiliki keahlian dalam pengembangan website, keamanan data, dan sistem pemantauan berbasis komunitas. Konsultan akan bertanggung jawab dalam melakukan analisis kebutuhan, merancang sistem, mengimplementasikan pengembangan, serta melakukan pelatihan bagi tim pengelola website.

        1. Ruang Lingkup Pekerjaan:

  1. Mengembangkan dan mengintegrasikan dua mekanisme pemantauan berbasis komunitas (CLM dan CBMF) dalam satu platform website laportbc.id sesuai dengan kerangka logis yang telah dibangun oleh pengelola LaporTBC.
  2. Memastikan antarmuka pengguna (UI) yang ramah pengguna dan fitur yang mudah diakses oleh pasien TBC, baik yang resisten maupun sensitif obat.
  3. Meningkatkan keamanan data dan perlindungan privasi pengguna.
  4. Menyediakan platform dengan fitur pelaporan dan pemantauan secara real-time.
  5. Menyediakan pemeliharaan setelah finalisasi website yang dilakukan selama periode yang disepakati.
  1. Tugas dan Tanggung Jawab:
    1. Desain dan Pengembangan Website: Merancang dan mengembangkan desain antarmuka yang responsif dan user-friendly untuk website laportbc.id dalam menjawab keperluan pengumpulan data, analisis, dan pelaporan, serta komunikasi antar platform.
    2. Keamanan dan Perlindungan Data: Menyusun dan mengimplementasikan protokol keamanan yang sesuai untuk memastikan data pasien dan pengguna tetap terlindungi.
    3. Fitur Interaktif: Mengembangkan fitur untuk pelaporan, umpan balik, dan pemantauan berbasis komunitas, termasuk integrasi dengan aplikasi dan platform lainnya.
    4. Sistem Pemberitahuan: Notifikasi melalui WhatsApp untuk memberitahu pengguna tentang status terbaru dari pengaduan yang disampaikan. WhatsApp digunakan hanya untuk notifikasi saja, mengajak pengguna kembali ke website untuk update respon yang diperlukan.
    5. Pelatihan dan Pendampingan: Memberikan pelatihan kepada tim LaporTBC untuk mengelola dan memperbarui platform, serta mendukung pengguna akhir dalam penggunaan platform.
    6. Maintenance atau pemeliharaan: Monitoring dan pemantauan performa sistem secara berkala, perbaikan bug dan error teknis, optimasi sistem dan database, dukungan teknis harian terhadap laporan masalah yang masuk dari pengguna ataupun tim pelaksana program.

 

Waktu

Serangkaian pekerjaan akan berlangsung pada periode Juni hingga Juli 2025 dengan tambahan periode maintenance sesuai kesepakatan.

 

Kualifikasi

Berikut adalah kualifikasi umum yang diharapkan:

  1. Organisasi/perusahaan berbadan hukum dan berizin sebagai penyedia jasa konsultasi dan pengembangan teknologi web.
  2. Memiliki rekam jejak yang dapat diverifikasi melalui portofolio proyek serupa.
  3. Memiliki tim yang terdiri dari pengembang, UI/UX designer, dan spesialis integrasi sistem.
  4. Mengutamakan komunikasi yang transparan dan profesional dengan POP TB, mampu bekerja secara kolaboratif, serta memberikan solusi yang memberdayakan tim POP TB dalam pengelolaan website.
  5. Menjunjung tinggi integritas, tanggung jawab, serta orientasi pada solusi yang berkelanjutan.
  6. Bersedia untuk bekerja secara kolaboratif dengan tim POP TB dalam setiap tahap implementasi sesuai dengan kesepakatan.
  7. Bertanggung jawab dan berkomitmen penuh dalam pelaksanaan seluruh rangkaian dengan pengawasan dan persetujuan dari POP TB Indonesia.

Soft Skills (Kemampuan Analisis, Komunikasi, Inisiatif dan Inovasi)

  1. Mampu menganalisis dan menerjemahkan kebutuhan pengelola LaporTBC dalam bentuk sistem dan fitur digital yang relevan.
  2. Mampu memetakan dan memahami perbedaan alur data laporan pengaduan (CLM) dan penilaian (CBMF), serta logika pengalihan data antar sistem.
  3. Mampu berkomunikasi dengan baik dengan tim non-teknis (POP TB, komunitas pasien, mitra organisasi).
  4. Responsif terhadap permintaan perubahan, perbaikan sistem, dan umpan balik dari pengelola platform.
  5. Proaktif dalam memberikan solusi teknis
  6. Mampu mengidentifikasi potensi risiko teknis sejak awal dan memberikan mitigasi yang sesuai.

Hard Skills (Kemampuan Teknis IT)

  1. Penguasaan WordPress (custom theme/plugin), PHP, HTML, CSS, JavaScript.
  2. Penguasaan pengembangan website melalui engine lainnya dan/atau mekanisme custom-coded.
  3. Pengalaman mengembangkan dan mengelola database relasional (MariaDB/MySQL) serta integrasi website dengan sistem eksternal menggunakan RESTful API
  4. Mampu melakukan koneksi dan pertukaran data aman dengan sistem berbasis MongoDB (SITRO).
  5. Paham konsep flagging data atau conditional routing antar sistem.
  6. Mampu mengembangkan mekanisme visualisasi data dari ekstraksi database berdasarkan permintaan terkustomisasi secara ramah pengguna.
  7. Menguasai praktik perlindungan data pribadi dan pengamanan sistem (enkripsi, otorisasi pengguna, audit log).
  8. Pengalaman membangun sistem yang mematuhi prinsip privasi dan keamanan data pasien.
  9. Mampu membangun sistem dashboard pelaporan (statistik dan notifikasi) untuk admin.
  10. Pengalaman menyiapkan fitur tracking status laporan atau eskalasi.
  11. Menyusun dokumentasi teknis dan panduan penggunaan administrator dan pengguna.
  12. Mampu melakukan pelatihan teknis bagi tim pengelola (tim pengelola).

 

Prosedur Pendaftaran dan Pengiriman Dokumen

Pendaftaran dan pernyataan minat dilakukan melalui email, dengan ketentuan teknis sebagai berikut:

  1. Subjek email ditulis dengan format “Nama Institusi/Organisasi – Konsultan Pengembangan LaporTBC” (Contoh : Lexigraf – Konsultan Pengembangan LaporTBC)
  2. Dokumen dikirimkan melalui email, dengan 3 (tiga) lampiran/attachment pertama, yaitu:
    1. Letter of Interest (LoI), yang merupakan surat pernyataan minat selaku kandidat
    2. Proposal Awal, yang terdiri dari:
      1. Usulan kerangka konsep website
      2. Rencana Anggaran Biaya
      3. Timeline kegiatan
      4. Tim kerja
    3. Dokumen pendukung lainnya, terdiri dari:
      1. Portofolio hasil kerja yang relevan
      2. CV tim kerja
      3. KTP direksi/direktur/pendiri organisasi/pejabat yang berwenang di organisasi (salinan)
      4. NPWP perusahaan/organisasi

Dokumen lainnya dapat dilampirkan pada urutan selanjutnya atau diunggah pada Google Drive dengan mencantumkan link yang sudah dipastikan dapat diakses akun email penerima.

  1. Seluruh dokumen sesuai rincian dikirimkan melalui email dengan detail alamat sebagai berikut:

To:  sekretariat@poptbindonesia.org

Cc: poptbindonesia@gmail.com

  1. Batas waktu pendaftaran dan pernyataan minat paling lambat pada 29 Mei 2025 pukul 23.59 WIB.

 

Tahapan Kegiatan dan Timeline (tentative)

Kegiatan Mei Jun Jul
A.  Tahap rekrutmen dan persiapan
1

 

Pengumuman bidding pengadaan jasa pengembangan website dan pernyataan minat Minggu ke 3

 

   
2 Proses seleksi calon pengembang website dan pemberkasan Minggu ke 4    
3 Pengumuman Seleksi Tahap-1 dan

Undangan Wawancara

Minggu ke 4    
4 Wawancara (daring)   Minggu ke 1  
5 Penilaian dan Penentuan Lembaga/Instansi terpilih   Minggu ke 1  
6 Pengumuman hasil seleksi   Minggu ke 1  
7 Konfirmasi administratif dan elaborasi konten dengan penyedia jasa terpilih, negosiasi harga atas penawaran yang diajukan   Minggu ke 1  
B. Tahap pengembangan website
8 Pengerjaan draft awal desain website    Minggu ke 2-4  
9 Konsultasi draft dan review    Minggu ke 4  
10 Revisi dan uji coba penggunaan     Minggu ke 1
11 Panduan penggunaan (user dan admin)     Minggu ke 1
C. Tahap finalisasi dan pelatihan
12 Finalisasi website, panduan penggunaan (User dan admin)     Minggu ke 1
13 Pelatihan penggunaan admin dashboard     Minggu ke 1
D. Maintenance
14 Layanan pemeliharaan website Akan disepakati

 

 

Lampiran 1: Summary Notes untuk Kandidat Vendor

LaporTBC.id: Lanskap Saat ini

dan Ekspektasi Pengembangan

 

A.    Tentang LaporTBC.id

1.     Kondisi Saat Ini

LaporTBC.id adalah platform berbasis website yang dikelola oleh Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia dengan dukungan dari PR Konsorsium PB-STPI. Platform ini dibuat untuk memfasilitasi orang yang terdampak TBC (baik pasien, keluarga, pendamping maupun yang mewakilinya) agar bisa melaporkan permasalahan yang mereka alami dalam mengakses layanan kesehatan ke dalam 4 kategori aduan yang akan ditanggapi oleh admin dan ditangani oleh tim lapangan. Saat ini, platform ini sudah berjalan dan menggunakan sistem berbasis WordPress dan MariaDB.

 

2.     Fokus utama saat ini

Pengumpulan aduan dari pasien atau yang mewakili saat ini dikategorikan dalam:

  1. Akses layanan
  2. Dukungan Enabler (misalnya bantuan transportasi)
  3. Konseling
  4. Stigma & diskriminasi

 

3.     Alur kerja saat ini

Secara umum mekanisme alur pengaduan dan penanganan aduan dilakukan berdasarkan tahapan berikut:

  1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan pelapor melaporkan secara mandiri di LaporTBC. Pasien melakukan pendaftaran dengan mengisi data diri, kemudian mengisi formulir aduan.

Panduan Pengaduan LaporTBC.id

  1. Verifikasi Laporan

Semua Laporan yang masuk di validasi oleh Admin LaporTBC pada level nasional untuk memastikan apakah aduan yang diterima valid dengan ketentuan tambahan apabila pelapor tidak merespon admin LaporTBC lebih dari 3 hari kerja maka laporan akan dinyatakan tidak valid. Poin pertanyaan Validasi sebagai berikut:

  • Lokasi pelapor
  • PS yang mendampingi
  • lamanya pengobatan
  • Lokasi pengobatan

Terdapat tambahan proses validasi pada laporan yang masuk di aplikasi LaporTBC. Setelah aduan dinyatakan valid oleh Admin LaporTBC, Laporan akan diteruskan ke Focal Point untuk dilakukan validasi tahap 2. Validasi tahap 2 dilakukan untuk mengkonfirmasi ulang poin-poin pertanyaan validasi tahap 1, melakukan pendalaman kasus aduan kepada pengadu. Selain itu, Focal Point juga melakukan konfirmasi ke satuan jejaring komunitas TBC di berbagai daerah (MK/PS/OPT/SSR/SR) terkait informasi lengkap pasien.

  1. Penanganan Laporan

Setelah laporan dinyatakan valid, laporan ditangani sesuai dengan kategori yang dilaporkan oleh pelapor.

  1. Penyelesaian Laporan

Seluruh aduan akan diupdate kepada Admin LaporTBC. Kemudian, Admin LaporTBC mengkonfirmasi kepada pelapor melalui kolom chat LaporTBC apakah laporan pelapor sudah ditangani atau belum. Apabila laporan sudah selesai ditangani, maka kasus dinyatakan selesai (resolve) pada LaporTBC. Seluruh laporan yang masuk pada LaporTBC (website/aplikasi) akan direkap menjadi satu di dalam registrasi manual agar memudahkan integrasi data dari website dan aplikasi serta proses analisis data.

  1. Status Laporan masuk → Dapat dilihat pada orang yang melapor di LaporTBC dan status ini di update oleh admin LaporTBC
  • Open: Laporan yang baru masuk ke dalam LaporTBC dan sedang dilakukan proses validasi oleh Admin LaporTBC
  • Decline: Laporan yang dinyatakan tidak valid saat dilakukan validasi
  • Validate: Laporan yang dinyatakan valid dan sedang dalam proses penanganan oleh tim lapangan
  • Resolve: Laporan dinyatakan selesai ditangani

 

B.    Rencana Pengembangan (Ekspektasi Ke Depan)

LaporTBC akan ditingkatkan untuk tidak hanya menerima aduan, tetapi juga dapat mengumpulkan umpan balik penilaian layanan dari pasien TBC secara sistematis. Integrasi New LaporTBC menggabungkan dua pendekatan yang telah berjalan, yaitu:

  1. CLM (Community-Led Monitoring): pendekatan pelaporan aduan berbasis komunitas yang selama ini digunakan melalui platform LaporTBC.
  2. CBMF (Community-Based Monitoring Feedback): mekanisme pengumpulan penilaian secara kuantitatif dan kualitatif pada pasien atas berbagai aspek layanan kesehatan terkait TBC.

 

Transisi dilakukan dengan menyatukan kedua pendekatan tersebut menjadi satu alat baru, yaitu New LaporTBC, yang menggunakan pertanyaan utama berbasis dimensi Quote TB Light. Dimensi ini diharapkan dapat menangkap isu yang lebih komprehensif dan mempermudah integrasi pertanyaan. Target pengguna adalah pasien TB Sensitif Obat (SO) dan Resisten Obat (RO), tanpa membedakan antara keduanya dalam antarmuka pengguna.

 

Pada proses transisi dan integrasi, konsep CBMF akan diterapkan pada pengumpulan data “penilaian”, sementara CLM akan diterapkan pada data “aduan”. Namun kedua jenis data ini akan terintegrasi dalam sebuah alur dimana jika masalah ditemukan dalam proses pengisian “penilaian”, maka pengguna akan diarahkan untuk langsung mengisikan “pengaduan”. Hal yang perlu digaris bawahi adalah:

  • Data “penilaian” akan langsung dikirim ke sistem SITRO, yaitu platform data milik PR Konsorsium Penabulu-STPI yang menggunakan MongoDB.
  • Namun, jika dalam data “penilaian” terdeteksi adanya indikasi keluhan/masalah, maka data tersebut harus juga diarahkan ke POP TB untuk ditindaklanjuti seperti laporan CLM.

 

Mind Map Integrasi CLM-CBMF LaporTBC (XMind):

https://xmind.ai/share/kh5Mq1LV

 

C.    Ekspektasi Terhadap Platform Baru

Secara umum:

  1. Platform yang terintegrasi, mudah digunakan, dan aman bagi pengguna.
  2. Bisa diakses oleh pasien dari berbagai latar belakang (non-teknis, masyarakat umum).
  3. Bisa digunakan melalui perangkat mobile.

 

Secara Teknis:

  1. Dua form/kanal pelaporan yang jelas: Pengaduan (CLM) dan Penilaian (CBMF).
  2. Mekanisme pengalihan data otomatis dari CBMF ke CLM bila ditemukan indikasi masalah (misalnya berdasarkan jawaban atau masukan data tertentu sebelumnya).
  3. Sistem integrasi data ke MongoDB (SITRO) yang berjalan otomatis dan aman.
  4. Dashboard monitoring untuk admin (POP TB) untuk melacak status aduan dan respons.

 

Secara Keamanan:

  1. Enkripsi data dan autentikasi aman.
  2. Pengelolaan hak akses admin dengan jelas.
  3. Kepatuhan terhadap prinsip perlindungan data pribadi, terutama data kesehatan pasien.

 

D.    Catatan bagi Vendor

  1. Pasien TBC yang menggunakan platform ini dapat berasal latar belakang demografi dan sosioekonomi yang sangat bervariasi, termasuk dari latar belakang ekonomi rendah, daerah terpencil, dan minim literasi digital.
  2. Beberapa pasien adalah orang dengan TBC Resisten Obat (TBC RO) yang menghadapi perjalanan pengobatan panjang dan penuh tantangan.
  3. Layanan TBC juga masih menghadapi masalah akses, ketersediaan layanan, diskriminasi, dan beban biaya tidak resmi,  yang seringkali tidak bisa disuarakan secara formal.

Maka, LaporTBC berperan sebagai jembatan suara komunitas, dan platform ini harus menjadi alat yang berdaya, inklusif, dan dapat diandalkan.

 

Sampaikan penawaran anda ke: sekretariat@poptbindonesia.org cc:poptbindonesia@gmail.com. sebelum 29 Mei 2025 Pukul 23.59 WIB

Scroll to Top