POP TB Indonesia

Relaunching LaporTBC: Suara Komunitas untuk Akses Layanan TBC yang Lebih Baik

Relaunching LaporTBC: Suara Komunitas untuk Akses Layanan TBC yang Lebih Baik

Jakarta, 14 Oktober 2025 

Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI kembali memperkuat langkah menuju eliminasi TBC 2030 melalui kegiatan Re-launching Platform LaporTBC (laportbc.id).

Acara ini digelar oleh PR Komunitas Konsorsium Penabulu–STPI bersama SR Nasional POP TB Indonesia, dengan menghadirkan para penggerak komunitas TBC dari seluruh Indonesia secara daring.

Platform LaporTBC pertama kali diluncurkan pada Oktober 2022 sebagai kanal bagi pasien dan penyintas TBC untuk menyampaikan aduan dan pengalaman mereka dalam mengakses layanan kesehatan. Melalui LaporTBC, pasien dapat melaporkan hambatan layanan, masalah dukungan transportasi (enabler), stigma dan diskriminasi, hingga kebutuhan dukungan psikologis maupun hukum.

Kini, LaporTBC hadir dengan tampilan dan sistem yang lebih interaktif, aman, dan mudah digunakan. Beberapa fitur baru yang diperkenalkan mencakup:

  • Penilaian layanan kesehatan TBC berbasis pengalaman pasien,
  • Peningkatan sistem notifikasi melalui WhatsApp,
  • Penguatan keamanan dan kontrol data pengguna,
  • Integrasi dengan sistem aduan nasional berbasis komunitas (SITRO), dan
  • Akses data publik yang dapat dimanfaatkan untuk advokasi dan peningkatan kualitas layanan TBC.

“Mudah-mudahan langkah ini bisa menjadi kemajuan untuk kita bersama. Melalui LaporTBC, komunitas memiliki ruang yang kuat untuk bersuara dan memastikan kualitas layanan benar-benar berpihak pada pasien,” ucap Budi Hermawan, Ketua POP TB Indonesia.

Dalam paparannya, dr. Betty Nababan, National Program Director PR Komunitas Konsorsium Penabulu–STPI, menekankan bahwa relaunching ini tidak hanya sekadar pembaruan sistem, tetapi juga strategi memperkuat patient-centered approach.

“Komunitas kini tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga berperan aktif sebagai penghubung dan advokator langsung dengan penyedia layanan. Saya berharap inovasi kita dapat diterapkan di seluruh Kabupaten/Kota Indonesia. Sebelum itu, kita perlu memperkuat pelaksanaannya di wilayah intervensi kita di 229 Kabupaten/Kota agar dapat memimpin dan replikasi praktik baik,” ujar dr. Betty.

Erman Varella, Program Manager PR Komunitas Konsorsium Penabulu–STPI, menegaskan pentingnya pemanfaatan data dari LaporTBC untuk advokasi layanan.

“Kita ingin memastikan setiap laporan menjadi bagian dari pembelajaran nasional. Dengan data ini, komunitas dapat melakukan advokasi berbasis bukti untuk perbaikan sistem layanan TBC di tingkat Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, ia menyampaikan pentingnya koordinasi yang baik di antara semua pihak karena aduan satu pasien pun sangat berarti untuk keberlangsungan Eliminasi Tuberkulosis.

Selanjutnya, Akhmad Jajuli, staf CLM POP TB Indonesia, dalam sesi panduan penggunaan situs LaporTBC, menjelaskan bahwa pengaduan dapat dikirim langsung oleh pasien maupun diwakilkan oleh pendamping seperti kader, patient support, hingga masyarakat umum.

“LaporTBC mengakomodir informasi wilayah tempat tinggal pasien untuk memastikan tindak lanjutnya cepat dan tepat sasaran. Pengaduan bisa dilakukan 24 jam penuh, dengan dukungan teknis melalui WhatsApp pada jam operasional 09.00–18.00 WIB,” jelas Jajuli.

Sementara itu, Irman Suryana, sebagai Monitoring dan Evaluasi Staf PR Komunitas Konsorsium Penabulu–STPI, menambahkan bahwa LaporTBC kini telah terintegrasi dengan sistem SITK-RO untuk memperkuat alur penanganan aduan.

“Integrasi dengan SITK-RO membuat proses tindak lanjut laporan menjadi lebih cepat, terkoordinasi, dan terdokumentasi dengan baik. Harapannya, ini memperpendek jarak antara laporan pasien dan respon yang mereka terima,” ungkap Irman Suryana.

Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan Global Fund – ATM (GF-ATM) melalui SR Nasional POP TB Indonesia, dilaksanakan oleh PR Komunitas Konsorsium Penabulu–STPI.

Source: https://tbckomunitas.id/2025/10/relaunching-platform-laportbc-2025/

Scroll to Top