STRATEGI POP TB

  • Meningkatkan kapasitas Dewan Pengurus dalam hal Kepemimpinan, Manajemen Organisasi dan Advokasi
  • Membentuk organisasi pasien di seluruh Provinsi
  • Melakukan advokasi berbasis bukti dengan keterlibatan penuh komunitas guna meminta kebijakan yang lebih baik untuk pasien TB dan populasi terdampak TB lainnya.
  • Memperkuat kemampuan komunitas di level propinsi dan kabupaten untuk menjadi terampil dan mandiri melakukan advokasi di tingkat lokal dan nasional.
  • Membuat platform advoaski Bersama melalui mekanisme monitoring umpan balik berbasis komunitas
  • Meningkatkan keterlibatan mantan pasien dan komunitas yang terdampak TB dalam advokasi kebijakan.
  • Meningkatkan akses pasien TB terhadap pengobatan yang ramah
  • Penguatan kapasitas organisasi internal POP TB terkait tata kelola dan manajemen.
  • Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan mengurangi stigma dan diskriminasi yang dialami oleh pasien TB serta untuk melakukan advokasi.
  • Meningkatkan akses pasien TB dan komunitas terdampak lainnya terhadap obat-obatan yang terjangkau.
  • Meningkatkan kapasitas orgnisasi pasien agar mampu melakukan kegiatan promotive, preventif dan suportif.

FOKUS UTAMA POP TB

  1. Pembentukan organisasi

Mendorong upaya-upaya pembentukan organisasi pasien TB baik dilakukan oleh POP TB maupun lembaga-lembaga yang fokus pada isu TB.

  1. Peningkatan kapasitas organisasi

Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kapasitas organisasi baik melalui pelatihan, workshop dan pertemuan-pertemuan.

  1. Advokasi terkait kebijakan anggaran, pengobatan dan isu-isu terkait lain
  • Mendorong Pelibatan komunitas dalam pengembangan Strategi Aksi dan Rencana Aksi Nasional Subdit TB Kemenkes RI untuk keberlanjutan pendanaan dan pembiayaan program TB.
  • Melakukan pertemuan nasional yang melibatkan semua organisasi pasien untuk merumuskan rencana strategi POP TB
  • Menginisiasi pertemuan lintas sector yang melibatkan pemangku kepentingan di tingkat daerah termasuk sector swasta untuk terlbat dalam program TB daerah dan nasional.
  • Mendorong pelibatan komunitas dalam penyusunan proposal Global Fund.
  • Mendorong pelibatan dalam kegiatan evaluasi program TB nasional (JEMM TB)
  • Mobilisasi komunitas dan mendorong pelibatan komunitas dalam community based monitoring and feedback mechanism (CBMF)
  1. Mendorong peningkatan akses pasien TB terhadap pengobatan
  • Menyediakan rumah singgah bagi pasien TB RO
  • Mendorong Kementerian kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan RS rujukan memperbaiki/melakukan update pencatatan laporan agar pembayaran dukungan transport (enabler) bagi pasien TB RO tepat waktu

CAPAIAN POP TB

  1. Meningkatkan kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) organiasi pasien terkait Manajemen organisasi dan pencatatan laporan
  2. Meningkatkan kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) organiasi pasien terkait pendampingan sebaya (PS, PE dan Kader) di 13 provinsi
  3. Membentuk organisasi pasien di 6 provinsi yang meliputi Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali dan Sumatera Barat
  4. Mendorong Country coordinating Mechanism (CCM) Indonesia untuk memasukan penyintas TB RO menjadi anggota CCM perwakilan dari komunitas terdampak. Saat ini ada 2 orang komunitas yang menjadi anggota CCM Indonesia
  5. Menyambungkan organisasi pasien untuk mendapatkan pendaan melalui pertemuan lintas sector (multi stakeholder forum) yang melibatkan stakeholder dari berbagai sector termasuk sector swasta untuk berperan aktif memberikan dukungan kepada organisasi pasien yang baru terbentuk, termasuk memberikan dukungan dana agar organisasi pasien dapat berperan aktif dalam membantu program TB di wilayahnya
  6. Membuat fan page “Perhimpunan Organisasi Pasien TB Indonesia” sebuah platform untuk memberikan informasi kegiatan yang dilakukan POP TB kepada masyarakat serta sebagai media komunikasi antara pasien, praktisi dan dokter melalui facebook, sebagai media komunikasi pasien TB RO dengan semua anggota yang tergabung. Saat ini jumlah anggota fan page lebih dari 700 anggota.
  7. Group Facebook TB MDR Indoensia. Sebuah platform sebagai media komunikasi antara pasien, survivor dengan praktisi TB di Indonesia. Saat ini anggota group berjumlah 3.504 anggota.
  8. Memberikan mentoring kepada 6 organisasi pasien yang baru terbentuk di 6 Provinsi yang bertujuan bertujuan untuk memberikan bantuan teknis terkait manajemen organisasi dan tata kelola yang diberikan kepada organisasi yang baru terbentuk.
  9. Menyediakan rumah singgah sebagai fasilitas tempat tinggal bagi pasien yang tinggal jauh dari RS Rujukan agar tetap dapat berobat dan menghindari penularan ditempat/anggkutan umum
  10. Melakukan FGD yang melibatkan pasien TB RO Untuk memberikan motivasi serta identifikasi masalah atau kendala pasien dalam pengobatan maupun management efek samping obat (ESO)
  11. Melakukan penggalangan dana untuk pemenuhan gizi 50 pasien TB RO demi kelancaran pengobatan
  12. Menggalang sembako untuk membantu pemenuhan kebutuhan 110 pasien TB RO dimasa pandemic Covid-19 agar mereka tetap focus dan disiplin dalam pengobatan
  13. Menggalang hygiene kits (multivitamin, hands sanitizer, masker, sabun bagi 560 pasien TB RO
  14. Saat ini POP TB Indonesia sedang melakukan pelatihan virtual yang melibatkan 16 organisasi pasien dengan toyal peserta 60 orang. Kegiatan ini didukung oleh WHO SEARO melalu Regional Gree Light Committee (rGLC) SEARO

KAMPANYE DAN PENYEBARAN INFORMASI MELALUI SOSIAL MEDIA

  1. Fan Page Facebook

Fan Page Facebook POP TB Indonesia, secara rutin memberikan informasi melalui gambar dan tulisan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh POP TB.Jumlah Likes Fanpage hingga saat ini berjumlah lebih dari 700 Likes. Facebook fanpage POP TB dapat diikuti di link berikut : https://www.facebook.com/pop.tb.indonesia

  1. Fan Page Facebook TB MDR Indonesia

Fan Page Facebook TB MDR Indonesia, secara rutin memberikan informasi pengobatan dan dukungan melalui gambar dan tulisan terhadap pasien TB yang sedang menjalani pengobatan.Jumlah Likes Fanpage hingga saat ini berjumlah lebih dari 700 Likes. Facebook fanpage POP TB dapat diikuti di link berikut : https://www.facebook.com/groups/1575100139408902

  1. Group Whatsapp

Salah satu media komunikasi yang dibuat oleh POP TB untuk saling berkomunikasi, memberikan update informasi secara cepat dan bertukar pikiran dengan sesame anggota. Saat ini sudah ada 41 orang yang tergabung dalam group whatsapp.

MITRA PENDUKUNG

  • WHO SEARO
  • Subdit TB – Kementerian Kesehatan RI
  • Country Coordinating Mechanism (CCM) Indonesia
  • Regional Green Light Committee (rGLC) SEARO
  • Yayasan KNCV Indonesia
  • Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)
  • Stop TB Partnership Indonesia
  • PR Aisyiyah
  • Indonesia AIDS Coalition (IAC)
  • Yayasan Lentera Kesehatan Nusantara
  • com
  • Dompet Dhuafa
  • Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma (LKC)
Scroll to Top
Scroll to Top