POP TB Indonesia

Perkuat Barisan, POP TB Indonesia Gelar Pertemuan Nasional dan Musyawarah Besar ke-3 di Bogor

Perkuat Barisan, POP TB Indonesia Gelar Pertemuan Nasional dan Musyawarah Besar ke-3 di Bogor

KAB. BOGOR – Perhimpunan Organisasi Pasien (POP) TB Indonesia menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Nasional (Rakornas) sekaligus Rapat Anggota (Mubes) ke-3 yang berlangsung selama enam hari, mulai Minggu hingga Jumat, 9–14 November 2025. Bertempat di Chevilly Resort & Camp, Kabupaten Bogor, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi penyintas TBC dalam memperkuat peran strategis mereka di tingkat nasional.

Acara yang mengusung tema “Pertemuan Koordinasi Nasional Organisasi Penyintas TBC” ini dihadiri oleh 64 utusan peserta yang berasal dari 30 Organisasi Penyintas Tuberkulosis. Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi periode 2021–2025 serta menyusun peta jalan strategis untuk lima tahun ke depan.

Inovasi Digital dan Monitoring Berbasis Komunitas

Salah satu poin utama yang dibahas dalam hari-hari pertama kegiatan adalah penguatan sistem Community-Led Monitoring (CLM) melalui aplikasi “LaporTBC”. Betty Nababan, National Program Director Konsorsium Penabulu-STPI, menegaskan bahwa kunci utama kegiatan POP TB adalah mengedepankan monitoring berbasis komunitas.

“Ini waktunya Organisasi Penyintas TBC (OPT) membuktikan kinerja paralegal dengan ukuran keluaran yang jelas. Kita harus memastikan alur LaporTBC dipahami secara seragam di seluruh wilayah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pasien,” ungkap Betty.

Dukungan Pemerintah dan Keberlanjutan Organisasi

Hadir mewakili Direktur P2PM Kemenkes RI, Ibu Rita menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan program penanggulangan TBC sebagai prioritas utama. Ia menekankan pentingnya peran komunitas sebagai motor penggerak dalam meminimalisir stigma dan diskriminasi yang masih sering dialami pasien, khususnya pasien TBC Resistan Obat (RO).

Senada dengan hal tersebut, Ketua POP TB Indonesia periode 2021-2025, Budi Hermawan, menyebutkan bahwa saat ini jejaring POP TB telah berkembang pesat hingga mencakup 30 OPT di 24 provinsi. “Kami terus bertumbuh dan berkontribusi melalui semangat gotong royong sebagai mitra sejajar pemerintah dalam upaya eliminasi TBC,” ujar Budi.

Menuju Kepemimpinan Baru 2025–2030

Selain sesi peningkatan kapasitas, agenda utama pertemuan ini adalah Sidang Pleno yang mencakup pembahasan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2030, Penyusunan AD/ART, hingga pemilihan Dewan Pengurus baru. Dalam laporan pertanggungjawabannya, pengurus periode 2021–2025 menyoroti berbagai capaian, termasuk pembangunan sistem keuangan digital dan audit eksternal yang sukses dilaksanakan demi menjaga transparansi organisasi.

Melalui pertemuan ini, POP TB Indonesia menargetkan lahirnya kepemimpinan yang kredibel dan berkomitmen penuh terhadap visi eliminasi TBC di Indonesia. Selain itu, organisasi juga mulai merumuskan strategi diversifikasi pendanaan agar tetap berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada donor internasional.

Kegiatan ditutup dengan semangat solidaritas yang tinggi, di mana para peserta diharapkan membawa pulang ide-ide baru dan rencana aksi yang konkret untuk diterapkan di wilayah masing-masing demi mendukung target eliminasi TBC nasional.

Berikut adalah struktur kepungurusan POP TB Indonesia 2025-2030

Dewan Pengawas:

drg. Devi Yuliastanti (Ketua)

Thea Yantra Hutanamon, B. Psy (Honours) (Anggota)

Wahyu Hidayat (Anggota)

Dewan Pengurus:

Budi Hermawan (Ketua)

Siti Rofiqah Nuriyah (Sekretaris)

Harry Rizkianto (Bendahara)

Helmi (Mobilisasi Sumberdaya dan Fundraising)

Faisal (Pendampingan dan Pemberdayaan Pasien)

Diky Kurniawan (Kemitraan dan Jejaring Eksternal)

Chanra Mustamin (Pengembangan Kelembagaan)

Scroll to Top