Penyintas Berdaya, Komunitas Tangguh : Dari penguatan Kapasitas Menuju Aksi Kolaboratif.
Kupang, 16 Des 2025.
Pembentukan Organisasi Penyintas TBC BETA PELITA KASIH secara resmi dilaksanakan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai momentum penting dalam penguatan peran penyintas Tuberkulosis (TBC) dalam upaya penanggulangan TBC yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Kegiatan ini menjadi tonggak awal hadirnya wadah penyintas yang berdaya, terorganisir, dan siap berkontribusi aktif dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Kota Kupang.
Pembentukan dan peluncuran Organisasi Penyintas TBC BETA PELITA KASIH didampingi oleh POP TB Indonesia, PR Konsorsium Penabulu STPI, serta SR PERDHAKI Provinsi NTT, sebagai mitra strategis dalam penguatan kapasitas organisasi, advokasi kebijakan, serta pengembangan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran para pendamping ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong kepemimpinan penyintas sebagai aktor utama dalam respon TBC.
Kegiatan pembukaan mengusung slogan Organisasi Penyintas TBC (OPT):
“PENYINTAS BERDAYA, KOMUNITAS TANGGUH: DARI PENGUATAN KAPASITAS MENUJU AKSI KOLABORATIF”, yang mencerminkan semangat transformasi penyintas dari penerima layanan menjadi agen perubahan, serta komitmen membangun komunitas yang kuat melalui kerja sama lintas sektor.
Di balik pembentukan organisasi ini, terungkap realitas pahit stigma TBC di masyarakat, di mana pasien kerap mengalami pengucilan, dijauhkan dari lingkungan sosial, bahkan diasingkan. Tidak sedikit pula penyintas TBC yang kehilangan mata pencaharian akibat pemutusan hubungan kerja karena kondisi sakit, sehingga beban yang dihadapi tidak hanya bersifat medis, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Sebagai respon atas kondisi tersebut, dalam sesi diskusi lintas OPD, beberapa komitmen penting disampaikan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan dan bantuan bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat sakit TBC.
Dinas Sosial menyampaikan kesiapan untuk memberikan bantuan sosial bagi penyintas dan keluarga terdampak TBC dengan dukungan data yang lengkap dan melalui mekanisme pertimbangan yang berlaku. Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menyatakan kesiapan melibatkan Organisasi Penyintas TBC BETA PELITA KASIH sebagai fasilitator dalam pelatihan kader desa agar memiliki pemahaman yang lebih kuat terkait program penanggulangan TBC.
Sebagai organisasi yang baru dibentuk, Organisasi Penyintas TBC BETA PELITA KASIH hadir sebagai agen perubahan dan ruang penguatan bagi penyintas dan pasien TBC aktif, melalui pendampingan sebaya, edukasi berbasis pengalaman hidup, serta upaya sistematis dalam menurunkan stigma dan meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama secara simbolis oleh perwakilan pemerintah daerah, OPD terkait, mitra pendamping, serta Organisasi Penyintas TBC BETA PELITA KASIH. Penandatanganan ini menjadi wujud nyata kesepakatan dan tekad bersama untuk mendukung serta berkolaborasi aktif dengan Organisasi Penyintas TBC BETA PELITA KASIH dalam pelaksanaan program penanggulangan TBC di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Komitmen bersama ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berdampak nyata, sehingga pengalaman pahit para penyintas di masa lalu dapat bertransformasi menjadi pelita harapan dan kekuatan baru bagi pasien TBC yang masih menjalani pengobatan, serta mempercepat terwujudnya Nusa Tenggara Timur yang inklusif, berkeadilan, dan menuju eliminasi TBC.
