Di POP TB Indonesia, kami percaya pada pendekatan strategis dan komprehensif untuk mendukung upaya pemberantasan TBC di Indonesia. Melalui proses "Strategi dan Pencapaian" kami, setiap langkah dirancang untuk memberikan dampak yang nyata, dengan fokus pada kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan.
Strategi
01
Meningkatkan kapasitas Dewan Pengurus dalam hal Kepemimpinan, Manajemen Organisasi dan Advokasi.
02
Membentuk organisasi pasien di seluruh Provinsi.
03
Melakukan advokasi berbasis bukti dengan keterlibatan penuh komunitas guna meminta kebijakan yang lebih baik untuk pasien TB dan populasi terdampak TB lainnya.
04
Memperkuat kemampuan komunitas di level propinsi dan kabupaten untuk menjadi terampil dan mandiri melakukan advokasi di tingkat lokal dan nasional.
05
Membuat platform advoaski Bersama melalui mekanisme monitoring umpan balik berbasis komunitas.
06
Meningkatkan keterlibatan mantan pasien dan komunitas yang terdampak TB dalam advokasi kebijakan.
07
Meningkatkan akses pasien TB terhadap pengobatan yang ramah.
08
Penguatan kapasitas organisasi internal POP TB terkait tata kelola dan manajemen.
09
Memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan mengurangi stigma dan diskriminasi yang dialami oleh pasien TB serta untuk melakukan advokasi.
10
Meningkatkan akses pasien TB dan komunitas terdampak lainnya terhadap obat-obatan yang terjangkau.
11
Meningkatkan kapasitas orgnisasi pasien agar mampu melakukan kegiatan promotive, preventif dan suportif.
Fokus Kami
Kami menyediakan panduan langkah demi langkah tentang bagaimana kami berkontribusi dalam mendukung upaya pemberantasan TBC dan meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Kami hadir untuk mempermudah Anda memahami fokus kerja kami dan mengakses program serta sumber daya yang telah kami siapkan.
01
Pembentukan organisasi
Mendorong upaya-upaya pembentukan organisasi pasien TB baik dilakukan oleh POP TB maupun lembaga-lembaga yang fokus pada isu TB.
02
Peningkatan kapasitas organisasi
Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kapasitas organisasi baik melalui pelatihan, workshop dan pertemuan-pertemuan.
03
Advokasi terkait kebijakan anggaran, pengobatan dan isu-isu terkait lain
Menggerakkan komunitas untuk terlibat dalam strategi dan pendanaan TB nasional, pertemuan organisasi pasien, kolaborasi lintas sektor, penyusunan proposal Global Fund, evaluasi nasional, dan pemantauan berbasis komunitas.
04
Mendorong peningkatan akses pasien TB terhadap pengobatan
Menyediakan rumah singgah bagi pasien TB RO dan mendorong Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, serta RS rujukan untuk memperbarui pencatatan laporan agar dukungan transportasi bagi pasien TB RO dibayarkan tepat waktu.
Pencapaian Lembaga
Di POP TB Indonesia, kami bangga atas pencapaian dan dampak positif yang telah kami berikan dalam mendukung pemberantasan TBC di Indonesia.
Meningkatkan kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) organiasi pasien terkait Manajemen organisasi dan pencatatan laporan
Meningkatkan kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) organiasi pasien terkait pendampingan sebaya (PS, PE dan Kader) di 13 provinsi
Membentuk organisasi pasien di 6 provinsi yang meliputi Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali dan Sumatera Barat
Mendorong Country coordinating Mechanism (CCM) Indonesia untuk memasukan penyintas TB RO menjadi anggota CCM perwakilan dari komunitas terdampak. Saat ini ada 2 orang komunitas yang menjadi anggota CCM Indonesia
Menyambungkan organisasi pasien untuk mendapatkan pendaan melalui pertemuan lintas sector (multi stakeholder forum) yang melibatkan stakeholder dari berbagai sector termasuk sector swasta untuk berperan aktif memberikan dukungan kepada organisasi pasien yang baru terbentuk, termasuk memberikan dukungan dana agar organisasi pasien dapat berperan aktif dalam membantu program TB di wilayahnya
Membuat fan page “Perhimpunan Organisasi Pasien TB Indonesia” sebuah platform untuk memberikan informasi kegiatan yang dilakukan POP TB kepada masyarakat serta sebagai media komunikasi antara pasien, praktisi dan dokter melalui facebook, sebagai media komunikasi pasien TB RO dengan semua anggota yang tergabung. Saat ini jumlah anggota fan page lebih dari 700 anggota
Group Facebook TB MDR Indoensia. Sebuah platform sebagai media komunikasi antara pasien, survivor dengan praktisi TB di Indonesia. Saat ini anggota group berjumlah 3.504 anggota
Memberikan mentoring kepada 6 organisasi pasien yang baru terbentuk di 6 Provinsi yang bertujuan bertujuan untuk memberikan bantuan teknis terkait manajemen organisasi dan tata kelola yang diberikan kepada organisasi yang baru terbentuk
Menyediakan rumah singgah sebagai fasilitas tempat tinggal bagi pasien yang tinggal jauh dari RS Rujukan agar tetap dapat berobat dan menghindari penularan ditempat/anggkutan umum
Melakukan FGD yang melibatkan pasien TB RO Untuk memberikan motivasi serta identifikasi masalah atau kendala pasien dalam pengobatan maupun management efek samping obat (ESO)
Melakukan penggalangan dana untuk pemenuhan gizi 50 pasien TB RO demi kelancaran pengobatan
Menggalang sembako untuk membantu pemenuhan kebutuhan 110 pasien TB RO dimasa pandemic Covid-19 agar mereka tetap focus dan disiplin dalam pengobatan
Meningkatkan kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) organiasi pasien terkait Manajemen organisasi dan pencatatan laporan
Saat ini POP TB Indonesia sedang melakukan pelatihan virtual yang melibatkan 16 organisasi pasien dengan toyal peserta 60 orang. Kegiatan ini didukung oleh WHO SEARO melalu Regional Gree Light Committee (rGLC) SEARO